Translate

Minggu, 01 Februari 2026

Semut hitam dan gelas kosong

Seseorang yang dengan keangkuhannya yang selalu merendahkan dirinya.
Seseorang yang mengenalkanku akan sebuah titik kosong.
Tentang keikhlasan, kesabaran, dan rasa bersyukur.

Awalnya aku tak tahu, sebab apa Allah mempertemukan kita di episode kehidupan ini.
Kamu baik, begitu perhatian, kamu luar biasa.
Meski aku tahu baik dan perhatianmu itu tersembunyi alasan yang sangat jelas bagiku.
Tapi aku nikmati itu.

Kamu beriku banyak ilmu kehidupan, sampai hikmahnya saja begitu samar aku petik.

Aku tahu kamu. Hanya saja aku diam. Karena aku tak mau menilaimu lebih jauh lagi. Biar Allah yang berhak menilai kamu.

Kamu tahu aku melebihi apa yang orang lain tahu tentang aku. Termasuk diriku sendiri. Menyadarkanku akan arti kehidupan. Tentang arti sebuah cahaya di kegelapan.

Terimakasih. Karena mengenalmu, awal aku melangkah menuju cahaya-Nya. Cahaya yang sempat membuatku bingung dan diam. Keraguanku makin sirna akan diriku yang sebenarnya. Bahwa ada hal lain di diriku yang harus aku taklukkan. Aku yang munafik, aku yang naif, aku yang haus akan duniawi, aku yang dengki, bahkan aku yang bodoh. Seperti katamu, gelas kosong. Tak berisi. Dan aku ingin Allah meridhoiku, untuk menghilangkan penyakit hati itu. Untuk mengisi gelas kosong itu dengan tanganku sendiri.