Translate

Senin, 01 Januari 2024

Aku Sudah Berdamai Dengan Hidupku

Aku pernah berada di fase ketika hidup terasa tidak adil.
Ketika semuanya tidak berjalan seperti yang aku rencanakan.
Ketika aku harus menerima kenyataan bahwa jalan hidupku berbeda dari yang kubayangkan dulu.

Menjadi ibu, sekaligus berjalan sendiri, bukan perjalanan yang mudah.
Ada lelah yang tidak selalu terlihat.
Ada khawatir tentang masa depan.
Ada malam-malam panjang yang hanya diisi doa dan harapan.

Dulu, aku sering melihat hidupku dengan kacamata gelap.
Merasa kurang.
Merasa tertinggal.
Melihat kebahagiaan orang lain, lalu diam-diam bertanya, "Kenapa hidupku tidak seperti itu?"

Tapi perlahan aku belajar.
Bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai,
melainkan tentang siapa yang tetap berjalan, meski pelan.

Aku mulai melepas perasaan menyalahkan diri sendiri.
Melepas penyesalan.
Melepas rasa marah pada keadaan.

Aku belajar menerima.
Menerima bahwa tidak semua hal bisa aku kendalikan.
Menerima bahwa rencana Tuhan seringkali berbeda, tapi tidak pernah salah.

Sekarang, aku tidak lagi sibuk membandingkan hidupku dengan orang lain.
Aku memilih fokus pada apa yang sudah aku miliki.

Seorang anak yang menjadi alasan aku terus kuat.
Profesi yang membuatku tetap berdiri.
Dan hati yang... meski pernah terluka, masih mau percaya pada harapan.

Aku tidak sedang terburu-buru mengejar apa pun.
Jika kebahagiaan itu datang, aku akan menyambutnya.
Jika belum, aku tetap baik-baik saja.

Karena sekarang aku tahu,
hidupku tidak kekurangan.
Hidupku hanya sedang dipersiapkan.

Dan hari ini, aku tidak lagi menunggu hidup berubah.
Aku sedang tumbuh.
Perlahan.
Tenang.
Tapi pasti.

Karena pada akhirnya,
perempuan yang pernah merasa rapuh itu,
ternyata jauh lebih kuat dari yang ia kira.

Dan satu hal yang aku pegang sekarang...
yang nyata itu hari ini.
Masa lalu sudah terlewat,
masa depan belum tentu datang.

Aku pernah berada di titik paling lelah,
sampai sempat berpikir untuk menyerah pada hidup.
Tapi hari ini aku masih di sini.
Masih bertahan.
Masih berusaha.

Dan itu saja,
sudah lebih dari cukup.

Semoga kita semua bisa bahagia
dengan cara kita masing-masing.