Translate

Minggu, 28 Juni 2026

HIDUP BUKAN SOAL MENANG DARI TAKDIR

Banyak orang capek bukan karena hidupnya terlalu berat, tapi karena tiap hari merasa hidupnya "harusnya beda".

Harusnya sudah berhasil di umur segini.
Harusnya hubungan ini bertahan.
Harusnya tubuhku lebih bagus.
Harusnya rezekiku lebih besar.
Harusnya hidupku semulus hidup orang lain.

Padahal hidup bukan perlombaan melawan garis Tuhan.

Ada hal-hal yang memang tidak kita pilih. Kita tidak memilih lahir di keluarga mana. Tidak memilih bentuk tubuh, masa lalu, atau luka apa yang pernah datang. Tapi bukan berarti hidup selesai di sana. Karena manusia tetap diberi ruang untuk tumbuh, belajar, dan memperbaiki banyak hal.

Tuhan mungkin menulis garis besarnya. Tapi cara kita berjalan di dalamnya tetap punya arti.

Ada orang yang hidupnya sederhana, tapi hatinya tenang.
Ada yang jalannya lambat, tapi langkahnya konsisten.
Ada yang sempat jatuh berkali-kali, tapi tetap jadi manusia baik.

Dan sering kali, hidup berubah bukan karena semuanya tiba-tiba sempurna, tapi karena seseorang berhenti membenci hidupnya sendiri.

Kita tidak harus jadi orang lain untuk punya hidup yang berharga.

Tubuh tidak harus sempurna untuk dirawat.
Rezeki tidak harus melimpah untuk disyukuri.
Hidup tidak harus selalu sesuai rencana untuk tetap dijalani dengan harapan.

Menerima bukan berarti menyerah.
Menerima adalah berhenti menyiksa diri karena hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, lalu memakai energi itu untuk bertumbuh.

Kalau hari ini hidup belum sesuai keinginanmu, bukan berarti masa depanmu buruk.
Mungkin hidup cuma sedang berjalan dengan waktunya sendiri.

Tidak semua bunga mekar bersamaan.
Tidak semua orang sampai di tujuan lewat jalan yang sama.

Yang penting bukan siapa yang paling cepat.
Tapi siapa yang tetap berjalan tanpa kehilangan dirinya sendiri.

Karena pada akhirnya, hidup yang damai bukan hidup yang bebas masalah.
Tapi hidup di mana seseorang tetap punya harapan, tetap mau belajar, dan tetap percaya bahwa hari esok masih bisa membawa hal baik.

Sabtu, 20 Juni 2026

Dipertemukan oleh waktu.

Tuhan akan menghadirkan seseorang yang mirip denganmu — yang setulus dan sebaik dirimu, yang benar-benar pantas untukmu. Seseorang yang memahami jiwamu, sehingga kamu tidak perlu lagi menghabiskan hidup hanya untuk menjelaskan diri.

Teruslah menjadi baik, karena energi tidak pernah berbohong. Tetaplah tulus, tetaplah menjadi dirimu sendiri. Tidak semua orang mampu memahami kedalaman hati yang sama, dan itu bukan alasan untuk berubah menjadi seseorang yang keras.

Biarkan waktu bekerja dengan caranya. Pada akhirnya, akan datang seseorang yang hadir tanpa membuatmu lelah menjadi diri sendiri. Seseorang yang satu frekuensi dengan jiwamu — yang memahami tanpa banyak kata, menghargai tanpa diminta, dan memilih tetap tinggal tanpa perlu diyakinkan.

Kamis, 04 Juni 2026

Doa untuk jodohku.

Ya Allah,
jika dia adalah jodoh terbaik yang Engkau siapkan untukku,
maka jagalah hatinya dalam kebaikan,
lapangkan rezekinya, sehatkan langkahnya,
dan mudahkan setiap jalan yang membawanya menuju diriku.

Lembutkan hatinya untuk menerima hadirku,
mantapkan niatnya dalam keseriusan,
dan pertemukan kami pada waktu terbaik menurut-Mu,
bukan hanya untuk saling mencintai,
tetapi juga untuk saling menjaga, menguatkan, dan bertumbuh bersama di jalan-Mu.

Ya Allah,
hindarkan kami dari hubungan yang melelahkan tanpa arah,
dari rasa yang hanya datang lalu pergi,
dan dari harapan yang menjauhkan kami dari ketenangan.

Jika memang kami ditakdirkan bersama,
satukan kami dalam ikatan yang halal, penuh keberkahan,
rumah yang dipenuhi kasih sayang, rezeki yang cukup,
hati yang saling setia,
serta kehidupan yang membawa kami semakin dekat kepada-Mu.

Namun jika bukan dia orangnya,
maka cukupkan hatiku dengan ketetapan-Mu,
dan gantikan dengan seseorang yang lebih baik menurut-Mu,
yang mencintaiku dengan tulus, menjaga dengan sungguh-sungguh,
dan datang bukan hanya untuk singgah, tetapi untuk menetap.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Minggu, 17 Mei 2026

Rok Maroon dari Jawa Tengah: Sebuah Kemenangan yang Ikut Dirayakan Sahabat

 Oleh: Siti Humaeroh


Sore itu aku pulang mengajar dengan tubuh yang benar-benar lelah. Beberapa minggu terakhir terasa sangat panjang karena sepulang sekolah aku masih harus menyiapkan berbagai hal untuk lomba guru inovatif yang kuikuti atas nama sekolah, mewakili kecamatan di tingkat kabupaten. Rasanya hampir setiap malam diisi dengan merevisi presentasi, menyusun media pembelajaran, merekam video, dan meyakinkan diri sendiri bahwa aku mungkin memang pantas mencoba.

Sesampainya di rumah, ibuku berkata santai sambil menunjuk meja ruang tamu.

“Tadi ada paket buat kamu.”

Aku mengernyit bingung. Rasanya aku tidak membeli apa pun minggu itu. Di atas meja tergeletak sebuah kotak paket dari JNE. Saat melihat nama pengirimnya, aku langsung tersenyum kecil.

Paket itu datang dari Jawa Tengah.

Dari seorang sahabat.

Aku membawa paket itu ke kamar dan duduk diam beberapa menit sebelum membukanya. Rasanya hangat sekali mengetahui ada seseorang yang mengingatku dari jauh, tepat setelah hari-hari melelahkan yang baru saja kulewati.

Beberapa minggu sebelumnya, hidupku dipenuhi rasa lelah. Sebagai guru SD, pekerjaanku tidak berhenti ketika bel pulang berbunyi. Ada administrasi yang harus diselesaikan, ada anak-anak yang harus diperhatikan, ada tugas kuliah yang harus aku kerjakan, dan ada urusan rumah yang tetap menunggu untuk dibereskan. Di tengah semua itu, mengikuti lomba terasa seperti menambah beban baru. Berkali-kali aku ingin menyerah karena merasa guru lain pasti jauh lebih hebat dan lebih siap.

Namun diam-diam, ada beberapa orang yang terus mendukungku. Salah satunya sahabatku.

Kami tinggal di kota yang berbeda. Aku di Tangerang, Banten. Sedangkan sahabatku berada di salah satu kota di Jawa Tengah. Meski terpisah jarak, ia sering menjadi orang yang mendengarkan ceritaku saat aku lelah menghadapi pekerjaan, ragu dengan kemampuan diri sendiri, atau sekadar ingin mengeluh tentang hari yang berat.

Hari pengumuman lomba menjadi hari yang tidak akan kulupakan. Saat namaku disebut sebagai juara 1, aku sempat terpaku beberapa detik. Tanganku dingin, jantungku berdegup sangat cepat, dan pikiranku campur aduk antara tidak percaya, lega, dan bahagia. Semua rasa lelah yang selama ini kupendam seperti runtuh begitu saja.

Ucapan selamat berdatangan dari banyak orang. Grup WhatsApp ramai. Telepon masuk silih berganti. Namun beberapa hari setelah euforia kemenangan itu mereda, justru sebuah paket sederhana membuatku merasa paling terharu.

Aku akhirnya membuka paket dari JNE itu perlahan. Di dalamnya ada sebuah rok berwarna maroon yang langsung menarik perhatianku. Warnanya cukup terang hingga membuatku ingin segera mencobanya saat itu juga.

Ibuku yang melihat dari dekat langsung tertawa kecil.

“Warnanya merah kayak rok anak SD ya?” katanya bercanda.

Aku ikut tertawa mendengarnya. Rumah sore itu terasa hangat sekali oleh hal-hal sederhana yang bahkan tidak direncanakan.

Tidak ada barang mewah di dalam paket itu. Hanya sebuah rok maroon yang dipilihkan seseorang yang ikut bahagia atas pencapaianku.

Ada secarik pesan singkat yang membuat mataku berbinar.

“Buat Bu guru hebat yang akhirnya sadar kalau perjuangannya tidak sia-sia. Semoga berkah dan banyak-banyak manfaatnya ya.”

Aku tertawa kecil sambil menahan haru. Rasanya aneh bahwa bagaimana bisa, sebuah kiriman bisa membawa emosi sebesar itu. Setelah mencoba rok tersebut, aku langsung memotretnya dan mengirimkannya kepada sahabatku sambil mengucapkan terima kasih. Rasanya lucu sekaligus menghangatkan hati bagaimana sebuah kiriman dari kota lain bisa membuat hariku begitu bahagia.

Jarak ratusan kilometer antara Jawa Tengah dan Banten mendadak terasa dekat. Sebuah paket yang diantar JNE ternyata bukan hanya membawa barang, tetapi juga perhatian, dukungan, dan rasa bangga dari seorang sahabat.

Hari itu aku sadar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dalam bentuk perayaan besar. Kadang kebahagiaan hadir lewat bunyi motor kurir di depan rumah, lewat paket sederhana, dan lewat seseorang yang diam-diam ikut merayakan perjuangan kita dari jauh.

Kini rok itu masih kusimpan baik-baik. Bahkan masih sering kupakai untuk jalan, bermain, hingga pergi kuliah. Bukan sekadar karena itu hadiah kemenangan, tetapi karena setiap kali melihatnya, aku selalu teringat bahwa dalam perjalanan hidup yang melelahkan, selalu ada orang-orang yang bergerak bersama kita, meski dipisahkan jarak.

Dan melalui JNE, cerita kecil tentang perhatian itu akhirnya sampai ke tangan yang tepat.


#JNE

#ConnectingHappiness

#JNE35BergerakBersama

#JNEContentCompetition2026 

#JNEBeragamCerita

Rabu, 13 Mei 2026

Di Ujung Kabupaten, Kami Menjaga Harapan

SDN SUKAMANAH

Kabupaten Tangerang 

--oleh: Siti Humaeroh--

Tidak banyak yang tahu letak SDN Sukamanah. Sekolah kecil di ujung Kabupaten Tangerang itu berdiri jauh dari hiruk-pikuk kota. Jumlah siswanya bahkan tidak sampai dua ratus anak. Bangunannya sederhana, berada di lingkungan perkampungan yang masih dikelilingi hamparan kebun dan sawah. Namun setiap pagi, harapan tetap datang memakai seragam merah putih.

Anak-anak datang dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang diantar orang tua menggunakan sepeda motor, ada yang berboncengan dengan saudaranya, dan ada pula yang berjalan kaki cukup jauh dari rumah mereka. Saat musim hujan tiba, sepatu mereka sering kali basah dan sedikit berlumpur. Meski begitu, mereka tetap datang dengan wajah ceria dan semangat belajar yang tidak pernah benar-benar hilang.

Di sekolah kecil itu, keterbatasan sudah menjadi bagian dari keseharian. Jumlah guru tidak banyak, begitu pula jumlah muridnya. Dalam berbagai perlombaan, nama anak yang ditunjuk sering kali itu-itu saja karena pilihan yang tersedia memang terbatas. Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang diterima juga tidak besar. Sekolah harus benar-benar cermat menyusun anggaran agar seluruh kebutuhan pembelajaran, kegiatan siswa, dan operasional sekolah tetap berjalan dengan baik.

Namun di balik segala keterbatasan itu, SDN Sukamanah tetap hidup oleh semangat orang-orang di dalamnya.

Anak-anak di sekolah ini memiliki karakter dan kemampuan yang beragam. Ada yang cepat memahami pelajaran, ada yang membutuhkan pendampingan lebih lama, dan ada pula yang masih harus dibimbing perlahan dalam membaca dan menulis. Sebagian anak berasal dari keluarga sederhana dengan latar belakang yang berbeda-beda. Meski demikian, mereka memiliki tujuan yang sama, yaitu belajar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di ruang-ruang kelas sederhana itulah para guru berusaha memberikan yang terbaik. Mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, memotivasi, dan menjaga semangat anak-anak agar tetap percaya pada cita-cita mereka.

Ada guru yang setiap hari harus menempuh perjalanan sekitar dua puluh kilometer dari rumah menuju sekolah. Perjalanan yang cukup melelahkan itu tetap dijalani dengan penuh tanggung jawab karena mereka sadar bahwa kehadiran guru sangat berarti bagi anak-anak di sekolah kecil tersebut.

Bagi sebagian orang, mengajar di sekolah perbatasan mungkin bukan pilihan yang mudah. Fasilitas tidak selalu lengkap, akses tidak selalu nyaman, dan tantangan datang hampir setiap hari. Namun para guru di SDN Sukamanah memilih untuk tetap bertahan. Mereka percaya bahwa setiap anak, di mana pun tempat tinggalnya, berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan perhatian yang sama.

Semangat itu juga tidak tumbuh sendirian. Orang tua murid menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak-anak mereka. Di tengah kesibukan bekerja dan keterbatasan ekonomi, banyak orang tua tetap berusaha hadir dalam kegiatan sekolah, mendukung kebutuhan belajar anak, dan menjalin komunikasi dengan guru. Ada yang membantu mempersiapkan kegiatan sekolah, ada yang ikut mendampingi anak belajar di rumah, dan ada pula yang sekadar memastikan anak-anak tetap berangkat sekolah setiap pagi.

Kerja sama sederhana seperti itulah yang membuat sekolah tetap berjalan dengan hangat. Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi kepedulian bersama.

Selain orang tua, komite sekolah dan masyarakat sekitar juga turut mengambil peran. Dalam berbagai kegiatan sekolah, mereka hadir membantu sesuai kemampuan dan caranya masing-masing. Dukungan itu mungkin tidak selalu besar, tetapi cukup untuk membuat anak-anak merasa bahwa sekolah mereka diperhatikan dan dijaga bersama.

Perlahan, perhatian dan dukungan juga datang dari berbagai pihak. Tahun lalu, SDN Sukamanah mendapatkan bantuan pagar baru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih aman dan nyaman bagi anak-anak. Pemerintah desa juga membantu pembangunan paving block menuju area sekolah agar akses menjadi lebih baik, terutama saat musim hujan tiba.

Beberapa waktu lalu, sekolah juga menerima bantuan meja dan kursi belajar dari Baznas. Bagi sekolah kecil seperti SDN Sukamanah, bantuan sederhana seperti itu memiliki arti yang sangat besar. Anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman dan sekolah semakin bersemangat untuk terus berbenah.

Meski demikian, masih ada harapan yang ingin diwujudkan. Hingga saat ini, SDN Sukamanah belum memiliki ruang perpustakaan, UKS, maupun ruang guru yang memadai. Ruang guru masih bergabung dengan ruang kepala sekolah yang ukurannya terbatas. Namun keterbatasan itu tidak membuat semangat berhenti. Sekolah terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi anak-anak.

Di SDN Sukamanah, pendidikan tidak dibangun dengan kemewahan. Tidak ada gedung megah atau fasilitas yang serba lengkap. Namun sekolah kecil itu memiliki sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu semangat untuk terus bergerak maju.

Anak-anak di sana tetap berani bermimpi. Di tengah keterbatasan, mereka masih menyebut cita-cita dengan mata berbinar. Ada yang ingin menjadi guru, polisi, dokter, tentara, bahkan pemimpin di masa depan. Mimpi-mimpi itu tumbuh dari ruang kelas sederhana yang mungkin jarang dilihat orang, tetapi penuh dengan harapan.

Setiap kali melihat mereka belajar dengan sungguh-sungguh, para guru kembali diingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang nilai atau prestasi. Pendidikan adalah tentang menjaga harapan agar tetap hidup, bahkan di tempat yang jauh dari pusat perhatian.

Sekolah kecil di ujung Kabupaten Tangerang itu mungkin tidak banyak dikenal. Jumlah muridnya tidak besar dan fasilitasnya masih terbatas. Namun setiap pagi, sekolah itu selalu dipenuhi langkah-langkah kecil yang datang membawa semangat dan cita-cita.

Dari sana, kami belajar bahwa pendidikan bermutu tidak selalu lahir dari sekolah besar atau fasilitas mewah. Pendidikan tumbuh dari kepedulian banyak orang yang memilih untuk tetap berjalan bersama. Dari guru yang setia mendampingi, orang tua yang terus mendukung, masyarakat yang ikut menjaga, pemerintah yang membantu, hingga anak-anak yang tidak pernah berhenti bermimpi.

Di tempat yang jauh dari pusat perhatian, pendidikan tetap diperjuangkan bersama. Dan di SDN Sukamanah, kami akan terus menjaga harapan itu.

Minggu, 04 Januari 2026

Jogja, Rumah yang Tidak Direncanakan

Aku tiba di Jogja hari Sabtu malam, 27 Des 2025 pukul 19.03.
Kereta berhenti, pintu terbuka, dan udara Jogja menyambut dengan caranya sendiri—hangat tapi tenang.

Di stasiun, aku COD motor dengan seseorang. Ia datang bersama mbaknya. Semua singkat, sopan, dan selesai tanpa cerita panjang. Setelah itu aku langsung menuju penginapan yang kupesan lewat aplikasi. Badan lelah, anak mengantuk, pikiranku cuma satu: sampai kamar, mandi, tidur.

Tapi malam itu, Jogja tidak memberiku kamar.
Aku ditolak. Katanya, aku ditipu aplikasi OYO.
Aku berdiri sebentar, menarik napas. Capek, bingung, dan jujur saja—takut. Tapi aku tahu, aku tidak boleh panik. Aku menghubungi temanku, adiknya, dan mamahnya. Tak lama kemudian aku diarahkan ke rumah mereka.

Dan di sanalah semuanya berubah.
Aku disambut bukan sebagai tamu sementara, tapi seperti keluarga.
Mamahnya bilang, “Kalau ke Jogja, nggak usah nginep hotel. Di sini aja.”
Kalimat itu sederhana, tapi rasanya seperti pintu yang dibukakan dari dalam dada.
Malam itu aku tidur di rumah orang lain, tapi justru merasa aman.

Hari pertama kami isi dengan Jogja yang klasik dan ramah anak.
Keraton, Taman Sari, Taman Pintar. Kami makan mie di Bonafide. Tidak terburu-buru. Aku melihat anakku berjalan dengan mata berbinar, dan aku tahu—kami baik-baik saja.

Hari kedua, kami bergerak ke timur.
Ratu Boko, Bukit Teletubbies, Museum Dirgantara, Candi Plaosan. Aku mulai belajar satu hal penting: tidak semua tempat harus ditaklukkan. Ada tempat yang cukup dilihat sebentar, lalu ditinggalkan dengan rasa cukup.

Hari ketiga, kami ke Kaliurang.
Suraloka Zoo, Ullen Sentalu, Botanical Garden, Stonehenge. Udara lebih dingin, langkah lebih pelan. Aku memperhatikan anakku—kapan ia semangat, kapan ia lelah. Aku belajar menyesuaikan, bukan memaksakan.

Hari keempat adalah penutup yang lembut.
Tempo Gelato, Edsu House, Malioboro, beli bakpia, Tugu Jogja, lalu maghrib di Masjid Jenderal Sudirman. Motor kukembalikan dengan baik, diwakili mbaknya. Tanpa drama, tanpa kalimat yang perlu dijelaskan.

Semuanya selesai dengan tenang.
Liburan ini tidak sempurna.
Masih banyak tempat yang belum kudatangi. Tapi aku pulang dengan sesuatu yang lebih penting: rasa cukup.
Aku bahagia.
Anakku bahagia.
Dan ternyata, itu sudah lebih dari cukup.

Jogja tidak memberiku semua yang kurencanakan.
Tapi ia memberiku apa yang kubutuhkan.
Dan untuk itu, aku bersyukur.

Sabtu, 01 Februari 2025

Semut hitam dan gelas kosong

Seseorang yang dengan keangkuhannya yang selalu merendahkan dirinya.
Seseorang yang mengenalkanku akan sebuah titik kosong.
Tentang keikhlasan, kesabaran, dan rasa bersyukur.

Awalnya aku tak tahu, sebab apa Allah mempertemukan kita di episode kehidupan ini.
Kamu baik, begitu perhatian, kamu luar biasa.
Meski aku tahu baik dan perhatianmu itu tersembunyi alasan yang sangat jelas bagiku.
Tapi aku nikmati itu.

Kamu beriku banyak ilmu kehidupan, sampai hikmahnya saja begitu samar aku petik.

Aku tahu kamu. Hanya saja aku diam. Karena aku tak mau menilaimu lebih jauh lagi. Biar Allah yang berhak menilai kamu.

Kamu tahu aku melebihi apa yang orang lain tahu tentang aku. Termasuk diriku sendiri. Menyadarkanku akan arti kehidupan. Tentang arti sebuah cahaya di kegelapan.

Terimakasih. Karena mengenalmu, awal aku melangkah menuju cahaya-Nya. Cahaya yang sempat membuatku bingung dan diam. Keraguanku makin sirna akan diriku yang sebenarnya. Bahwa ada hal lain di diriku yang harus aku taklukkan. Aku yang munafik, aku yang naif, aku yang haus akan duniawi, aku yang dengki, bahkan aku yang bodoh. Seperti katamu, gelas kosong. Tak berisi. Dan aku ingin Allah meridhoiku, untuk menghilangkan penyakit hati itu. Untuk mengisi gelas kosong itu dengan tanganku sendiri.




Senin, 01 Januari 2024

Aku Sudah Berdamai Dengan Hidupku

Aku pernah berada di fase ketika hidup terasa tidak adil.
Ketika semuanya tidak berjalan seperti yang aku rencanakan.
Ketika aku harus menerima kenyataan bahwa jalan hidupku berbeda dari yang kubayangkan dulu.

Menjadi ibu, sekaligus berjalan sendiri, bukan perjalanan yang mudah.
Ada lelah yang tidak selalu terlihat.
Ada khawatir tentang masa depan.
Ada malam-malam panjang yang hanya diisi doa dan harapan.

Dulu, aku sering melihat hidupku dengan kacamata gelap.
Merasa kurang.
Merasa tertinggal.
Melihat kebahagiaan orang lain, lalu diam-diam bertanya, "Kenapa hidupku tidak seperti itu?"

Tapi perlahan aku belajar.
Bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai,
melainkan tentang siapa yang tetap berjalan, meski pelan.

Aku mulai melepas perasaan menyalahkan diri sendiri.
Melepas penyesalan.
Melepas rasa marah pada keadaan.

Aku belajar menerima.
Menerima bahwa tidak semua hal bisa aku kendalikan.
Menerima bahwa rencana Tuhan seringkali berbeda, tapi tidak pernah salah.

Sekarang, aku tidak lagi sibuk membandingkan hidupku dengan orang lain.
Aku memilih fokus pada apa yang sudah aku miliki.

Seorang anak yang menjadi alasan aku terus kuat.
Profesi yang membuatku tetap berdiri.
Dan hati yang... meski pernah terluka, masih mau percaya pada harapan.

Aku tidak sedang terburu-buru mengejar apa pun.
Jika kebahagiaan itu datang, aku akan menyambutnya.
Jika belum, aku tetap baik-baik saja.

Karena sekarang aku tahu,
hidupku tidak kekurangan.
Hidupku hanya sedang dipersiapkan.

Dan hari ini, aku tidak lagi menunggu hidup berubah.
Aku sedang tumbuh.
Perlahan.
Tenang.
Tapi pasti.

Karena pada akhirnya,
perempuan yang pernah merasa rapuh itu,
ternyata jauh lebih kuat dari yang ia kira.

Dan satu hal yang aku pegang sekarang...
yang nyata itu hari ini.
Masa lalu sudah terlewat,
masa depan belum tentu datang.

Aku pernah berada di titik paling lelah,
sampai sempat berpikir untuk menyerah pada hidup.
Tapi hari ini aku masih di sini.
Masih bertahan.
Masih berusaha.

Dan itu saja,
sudah lebih dari cukup.

Semoga kita semua bisa bahagia
dengan cara kita masing-masing.

Rabu, 28 Juli 2021

 Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 3



Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila memiliki 5 sila. Apakah teman - teman sudah hapal semua? Pasti sudah hapal dong.

Nilai - nilai Pancasila ternyata banyak ditemukan dalam kehidupan sehari - hari loh. Hal ini agar tercipta suasana yang tenang, sejahtera, damai, dan aman.

Berikut nilai - nilai dasar Pancasila :

1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

Nilai-nilai pancasila dalam sila pertama adalah untuk beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut. 

Selain itu, juga mengajarkan nilai-nilai saling menghormati dan bekerja sama bagi antar pemeluk agama. 

Harus diperhatikan bahwa teman-teman tidak boleh memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain. 

Teman-teman harus saling menghormati kebebasan beragama. 

2. Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Nilai-nilai pancasila dalam sila kedua adalah setiap warga negara Indonesia harus menjunjung persamaan derajat, hak, dan kewajiban. 

Jika seluruh warga Indonesia bisa menjunjung tinggi derajat, hak, dan kewajiban, maka akan bisa menegakkan dan memelihara kebersamaan.

Penerapan nilai-nilai pancasila ini bisa diwujudkan dengan sikap tenggang rasa dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

3. Nilai Persatuan Indonesia 

Nilai-nilai pancasila dalam sila ketiga adalah bisa menjaga kesatuan dan persatuan negara Indonesia. 

Nilai-nilai pancasila ini bisa diwujudkan dengan sikap rela berkorban untuk negara dan sikap cinta kepada tanah air. 

4. Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan.

Nilai-nilai pancasila dalam sila keempat adalah setiap warga negara memilki kedudukan yang sama. 

Oleh sebab itu, warga negara harus mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. 

Tidak hanya itu saja, warga negara Indonesia juga harus menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah mufakat. 

Contoh nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah tidak memaksakan kehendak pada orang lain, mengutamakan kepentingan umum dibanding dengan kepentingan pribadi. 

5. Nilai Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai-nilai pancasila dalam sila kelima adalah kita harus menghindari sikap boros, gaya hidup yang mewah, dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum. 

Contoh nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah menghormati hak orang lain, suka menolong orang lain, dan adil terhadap sesama.





Sumber : https://bobo.grid.id/read/082787687/nilai-nilai-pancasila-dalam-kehidupan-sehari-hari-kelas-5-sd-tema-1?page=all

Minggu, 02 Mei 2021

Lirik Lagu Everytime - Chen & Punch

 

oh every time i see yougeudae nuneul bol ttaemyeon jakkugaseumi tto seolleyeowanae unmyeongijyo sesang kkeutiradojikyeojugo sipeun dan han saram
baby ohohohohohohohohbaby ohohohohohohohoh
oh every time i see yougeudae nuneul bol ttaemyeon jakkugaseumi tto seolleyeowanae unmyeongijyo sesang kkeutiradojikyeojugo sipeun dan han saram
geudae nareul barabol ttaenareul bomyeomiso jil ttae nan simjangimeomchul geot gatayo nangeudaen eotteongayo. nan jeongmalgamdanghagi himdeungeolonjongil geudae saenggakhae
jogeum meolli uri dorawassjimanjigeumirado nan gwaenchanha
oh every time i see yougeudae nuneul bol ttaemyeonjakku gaseumi tto seolleyeowanae unmyeongijyo sesang kkeutiradojikyeojugo sipeun dan han saram
nal tteonaji marayogakkeumeun al su eopsneunmiraera haedonal mitgo gidaryeojullaeyo
wo namanui geudaeyeonaegen jeonburaneun malgobaekhan jeogi isseossnayo
nae unmyeongijyo sesang kkeutiradojikyeojugo sipeun neo
baby ohohohohsaranghallaeyoohohohohni nunbiccgwa ni misowageu hyanggikkajidobaby ohohohohgieokhaejwoyoohohohoheonjena uri hamkke isseumeul.i love u
Hangul & Bahasa Indonesia:
OH EVERY TIME I SEE YOU
Oh setiap saat aku melihatmu

그대 눈을 볼 때면
Jika saat melihat matamu waktu itu
자꾸 가슴이 또 설레여와
Seringkali hatiku juga berdebar dan
내 운명이죠
Takdirku
세상 끝이라도
Dunia juga berhenti
지켜주고 싶은 단 한 사람
Salah satu orang yang ingin aku jaga

BABY OHOHOHOH
Sayang ohohohoh

OHOHOHOH
BABY OHOHOHOH
Sayang ohohohoh
OH EVERY TIME I SEE YOU
Oh setiap saat aku melihatmu
그대 눈을 볼 때면
Jika saat melihat matamu waktu itu
자꾸 가슴이 또 설레여와
Seringkali hatiku juga berdebar dan
내 운명이죠
Takdirku

세상 끝이라도
Dunia juga berhenti
지켜주고 싶은 단 한 사람
Salah satu orang yang ingin aku jaga
그대 나를 바라볼 때
Saat melihatku waktu itu
나를 보며 미소 질 때
Saat tersenyum sambil melihatmu
난 심장이 멈출 것 같아요 난
Hatiku terasa seperti berhenti aku

그댄 어떤가요
Bagaimana saat itu
난 정말 감당하기 힘든걸
Aku benar-benar seperti kelelahan mengatasinya
온종일 그대 생각해
Seharian penuh memikirkan saat itu
조금 멀리 우리 돌아왔지만
Tetapi kembalinya kita kemungkinan jauh sedikit


지금이라도 난 괜찮아
Aku merasa tidak masalah di waktu sekarang ini
OH EVERY TIME I SEE YOU
Oh setiap saat aku melihatmu
그대 눈을 볼 때면
Oh setiap saat aku melihatmu
자꾸 가슴이 또 설레여와
Seringkali hatiku juga berdebar dan
내 운명이죠
Takdirku
세상 끝이라도
Dunia juga berhenti
지켜주고 싶은 단 한 사람
Salah satu orang yang ingin aku jaga
날 떠나지 말아요
Jangan berkata untuk meninggalkanku
가끔은 알 수 없는 미래라 해도
Kadang-kadang juga di masa depan yang tidak bisa tahu
날 믿고 기다려줄래요
Maukah menunggu dan mempercayaiku
워 나만의 그대여
Wo saat itu kuakui
내겐 전부라는 말
Semua perkataanku
고백한 적이 있었나요
Adanya sesuatu yang pernah menjelaskan
내 운명이죠
Takdirku
세상 끝이라도
Dunia juga berhenti
지켜주고 싶은 너
Kamu yang ingin aku jaga
BABY OHOHOHOH
Sayang ohohohoh
사랑할래요
Maukah kamu mencintaiku
OHOHOHOH
니 눈빛과 니 미소와
Dan senyumanmu dan sinar matamu
그 향기까지도
Juga sampai aroma itu
BABY OHOHOHOH
Sayang ohohohoh
기억해줘요
Maukah kamu mengingatku
OHOHOHOH
언제나 우리 함께 있음을
Kapanpun kita bisa bersama
I love u
Aku mencintai mu

 

Lirik Lagu You Don't Know Me 

Soyou Feat. Brother Su [OST. She Was Pretty]



nae gyeote niga anin dareun sarami
hangsang nal baraboneunde

ni maltu ni moseup naccseolji anha
naega gidarin saram

eojjeomyeon na
nan sarangeul mollaseo
eotteon maldo mot haesseossnabwa
hangsang gyeote isseossneunde
neul barabogo issneunde
neoneun ajikdo moreunabwa

jogeum deo dagagamyeon nal arajulkka
jogeum deo gidaryeobolkka

na honja neo mollae sijakhan sarang
ije gati haebolkka

eojjeomyeon na
nan neo bakke mollaseo
dareun sarang hal su eopsnabwa
jakku nae mami isanghae
neul gidarigo issneunde
neoneun ajikdo nae mameul moreunabwa

niga eopseo hal su eopseossdeon geu mal(sarangiraneun geu mal)
neoman bomyeon hago sipeun mal
sojunghan saram

moreunabwa neo bakke moreunabwa
saranghal su bakke eopsnabwa
nareul bureuneun moksori(neol bureuneun moksori)
nareul baraneun ni nunbicc(neol baraboneun nunbicc)
neodo nareul saranghanabwa

na bakke moreunabwa

Bahasa Indonesia:

Di sisiku ada seseorang yang bukan dirimu
Yang selalu memperhatikanku

Tapi caramu berbicara, penampilanmu terasa begitu akrab
Yang selalu aku nantikan

Mungkin aku
Aku tidak tahu apa itu cinta
Jadi aku tidak bisa mengatakan apa-apa
Sepanjang waktu aku bersamamu
Aku masih memperhatikanmu
Tapi kau masih saja tidak mengenaliku

Akankah kau mengenaliku jika aku melangkah lebih dekat
Atau haruskah aku menunggu lebih lama lagi

Aku jatuh cinta padamu, tanpa kau menyadarinya
Tapi sekarang aku ingin berbagi cinta ini

Mungkin aku
Aku tidak tahu apa-apa selain dirimu
Jadi aku tidak bisa jatuh cinta dengan orang lain
Hatiku sudah bertingkah aneh
Aku selalu menunggumu
Tapi kau masih tidak tahu perasaanku

Aku tidak bisa mengatakannya, karena kau tidak disini (Aku mencintaimu)
Aku ingin memberitahumu setiap kali aku melihatmu
Kau sangat berarti bagiku

Aku tidak tahu, aku tidak tahu apapun selain dirimu
Aku tidak bisa apa-apa selain mencintaimu
Suaramu yang memanggilku (Memanggilmu)
Matamu yang memandangiku (Memandangmu)
Kau pasti juga jatuh hati padaku

Kau tidak tahu apapun selain diriku

 Lirik Lagu Stay With Me (Goblin Ost)

Punch - Chanyeol EXO




Naui du nuneul gameumyeonTteooreuneun geu nundongja
Jakku gaseumi siryeoseoIjhyeojigil baraesseo
Kkumiramyeon ije kkaeeonasseumyeon jebalJeongmal nega naui unmyeongin geolkkaNeon falling you
Unmyeongcheoreom neoreul fallingTto nareul bureune callingHeeo naol su eopseoJebal hold me
Nae inyeonui kkeuni neonjiGidarin nega majneunjiGaseumi meonjeo wae naeryeoanjneunji
(stay with me)Nae maeumsok gipeun goseNega saneunji(stay with me)Nae ane sumgyeowassdeon jinsil
Naui du nuneul gameumyeonTteooreuneun geu nundongja
Jakku gaseumi siryeoseoIjhyeojigil baraesseo
Kkumiramyeon ije kkaeeonasseumyeon jebalJeongmal nega naui unmyeongin geolkkaNeon falling you
Gaseumeun ttwigo isseoYeojeonhi neol bogo isseoJakkuman sumi makhyeoseo
Ajigeun meollieseoNeoreul jikyeobogo sipeoNaega tto wae ireoneunji
Cheoeum neoreul bol ttaebuteo dareugeUnmyeongui siganeun tto deodige gassjiNae gaseumeun neol hyanghaessgoNae simjangeun dasi tto ttwieossgo
Kkeojyeobeorideon huimihan bulbitNeoro inhae dasi taoreuneun nunbitMachi oraejeonbuteo neol saranghan geot gataMueongae ikkeullideut kkeullyeoon geot gata
(stay with me)Nae maeumsok gipeun gose nega saneunji(stay with me)Nae ane sumgyeowassdeon jinsil
Naui du nuneul gameumyeonTteooreuneun geu nundongja
Jakku gaseumi siryeoseoIjhyeojigil baraesseo
Kkumiramyeon ije kkaeeonasseumyeon jebalJeongmal nega naui unmyeongingeolkkaNeon falling you
Bahasa Indonesia:

saat aku memejamkan mata
yang kulihat adalah kedua mata itu

hatiku tetap menahannya
maka aku ingin melupakan

jika ini adalah mimpi, biarkan aku bangun
apakah kamu benar-benar takdirku?
jatuh padamu

seperti takdir, terjatuh
kamu memanggilku, calling
aku tak dapat menghindar
tolong pegangi aku

apakah kamu bagian dari takdirku?
apakah kamu satu-satunya yang telah lama kutunggu?
mengapa hatiku goyah?

(tetaplah bersamaku)
apakah kamu tinggal
di dasar hatiku?
(tetaplah bersamaku)
kebenaran tersembunyi dalam diriku

saat aku memejamkan mata
yang kulihat adalah kedua mata itu

hatiku tetap menahannya
maka aku ingin melupakan

jika ini adalah mimpi, biarkan aku bangun
apakah kamu benar-benar takdirku?
jatuh padamu

hatiku pun berdebar
aku tetap melihatmu
karena aku tetap berdiri tersengal-sengal

aku tetap memperhatikanmu
dari kejauhan
mengapa aku seperti ini?

berbeda dari pertama kali aku melihatmu
takdir ini perlahan berlalu
hatiku tertuju padamu
jantungku kembali berdegup

cahaya redup itu pun padam
namun mataku menjadi terang karenamu
serasa aku telah mencintaimu dari waktu yang lama
seperti aku telah terdorong oleh sesuatu

(tetaplah bersamaku)
apakah kamu tinggal
di dasar hatiku?
(tetaplah bersamaku)
kebenaran tersembunyi dalam diriku

saat aku memejamkan mata
yang kulihat adalah kedua mata itu

hatiku tetap menahannya
maka aku ingin melupakan

jika ini adalah mimpi, biarkan aku bangun
apakah kamu benar-benar takdirku?
jatuh padamu